Fun Fact Hari Raya Saraswati

Fun Fact Hari Raya Saraswati

Fun Fact Hari Raya Saraswati yang pertama: Hari suci ini hadir sebagai salah satu perayaan penting umat Hindu di Bali. Umat merayakan turunnya ilmu pengetahuan yang suci setiap 210 hari sekali, tepatnya pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Oleh karena itu, Hari Raya Saraswati tidak hanya menjadi hari penuh doa, tetapi juga menghadirkan banyak fakta unik yang wajib kamu ketahui.

1. Umat Memuja Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu

Fun Fact Hari Raya Saraswati yang sering terlupa adalah perayaannya dipersembahkan khusus untuk Dewi Saraswati. Umat Hindu memuja beliau sebagai lambang ilmu pengetahuan, seni, dan kebijaksanaan. Dewi Saraswati membawa kitab suci, genitri, serta wina (alat musik) dan duduk di atas bunga teratai yang menegaskan kesucian pikiran.

2. Umat Menyucikan Kitab dan Buku

Fun Fact Hari Raya Saraswati lainnya, umat tidak membaca atau menulis sepanjang hari. Mereka menghaturkan sesajen pada kitab suci, lontar, dan buku pelajaran sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu. Dengan cara ini, umat menekankan rasa hormat terhadap pengetahuan sebelum menggunakannya kembali.

Baca Juga : Lomba Mewarnai 1000 Peserta

Fun Fact Hari Raya Saraswati
sumber : www.artofit.org

3. Umat Melakukan Persembahyangan Sejak Pagi

Fun fact Hari Raya Saraswati yang jarang diketahui adalah suasana persembahyangan dimulai sejak pagi hari. Umat bersembahyang di rumah, pura, maupun sekolah. Anak-anak hingga mahasiswa membawa buku pelajaran lalu menghaturkannya di pura sekolah sebagai simbol rasa syukur atas anugerah ilmu.

Baca Juga : Grand Opening Pradnya Baktiseraga

4. Umat Mengikuti Tradisi Malam Saraswati

Malam sebelumnya, umat menjalani Malam Saraswati. Mereka membaca kitab suci Weda atau lontar hingga larut malam. Fun fact Hari Raya Saraswati ini menunjukkan bahwa umat menjaga kesucian pikiran agar siap menerima ilmu pengetahuan dengan hati yang bersih.

5. Umat Merayakan Banyu Pinaruh Keesokan Harinya

Keesokan harinya, umat mandi di laut, sungai, atau sumber mata air. Tradisi ini dikenal dengan nama Banyu Pinaruh. Kata “Banyu” berarti air, sedangkan “Pinaruh” berarti kebijaksanaan. Umat menafsirkan mandi suci ini sebagai simbol membersihkan diri lahir batin dengan ilmu pengetahuan.

Hari Raya Saraswati berjalan dengan rangkaian penuh makna, mulai dari pemujaan Dewi Saraswati, penyucian buku, hingga mandi suci di Banyu Pinaruh. Semua kegiatan ini menuntun umat untuk menghargai ilmu dan menggunakannya demi kebijaksanaan. Pada akhirnya, Saraswati mengingatkan kita semua untuk selalu belajar, menjaga rasa syukur, dan menjadikan pengetahuan sebagai cahaya kehidupan.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *